Tampilkan postingan dengan label Tahu Semparuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahu Semparuk. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2018

Tahu Semparuk Khas Sambas

Tahu Semparuk Khas Sambas


Pak Gito namanya, ia merupakan pendiri pabrik pembuatan tahu secara tradisional yang setiah harinya bekerja menyihir kedelai menjadi Tahu Semparuk di rumahnya sendiri di Semparuk sebuah kota kecil di Borneo Barat. Semparuk merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Pak Gito dalam keseharianya membuat kedelai dibantu oleh istri dan satu karyawannya. Usaha pembuatan tahu telah dilakukan oleh Pak Gito dan keluarganya sejak 13 tahun yang lalu (saat ini tahun 2018), dari mulai anaknya yang duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Pembuatan tahu yang dirikan sekian lamanya itu tidak lain tidak bukan hanya untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Penghasilan yang didapatkan juga tidak stabil, tergantung pada pemesanan Tahu Semparuk oleh konsumen. Tahu Semparuk ini mungkin dapat menjadi merek saingan yang sudah terkenal di Kalimantan Barat, yaitu Tahu Singkawang.

Untuk membuat kedelai menjadi Tahu Semparuk, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahap pertama, kacang kedelai direndam dengan air. Kemudian tahap kedua, kacang kedelai ditambah air digiling dengan mesin. Hasil gilingannya berbentuk seperti tepung bubur. Tahap ketiga, pemerasan/filtrasi. Jadi, hasil gilingan tadi diperas untuk diambil airnya saja, jadilah ia air kedelai/air tahu. Setelah itu tahap keempat, pemasakan. Air tahu direbus sampai mendidih, setelah ia mendidih diambil dan dimasukkan ke dalam tempat untuk diberi tepung khusus untuk menjadikan ia tahu. Disebut tepung khusus karena berbentuk seperti tepung. Selain tepung khusus yang bisa digunakan sebagai penggantinya adalah cuka atau dengan  garam.

Baca Juga | 


Tahap selanjutnya tahapan kelima, yaitu percetakan. Setelah diberi tepung khusus, air tahu dibiarkan beberapa saat sampai air tahu membentuk seperti gumpalan yang menyatu, kemudian diambil dan dimasukkan ke dalam tempat yang berbentuk persegi empat, berlubang-lubang kecil yang di dalamnya terdapat kain putih untuk membungkus tahu yang telah berbentuk gumpalan. Kemudian diikat di dalam tempat yang berbentuk persegi empat tadi. Setelah itu tahu dibiarkan beberapa menit sampai airnya habis di filtrasi dan tunggu sampai ia menyatu keseluruhan menjadi tahu. Setelah jadi, tahu tersebut dipotong-potong. Untuk proses makannya boleh direbus, boleh juga digoreng.

Seperti itulah pak Gito bersama istri dan karyawannya, Kak Narsih, menyihir kedelai menjadi tahu. Ketrampilan menyihir kedelai menjadi tahu, merupakan pelajaran yang besar bagi kita semua. Sebab, kegiatan tersebut dapat meningkatkan perekonomian kehidupan sehari-hari, selain itu tahu juga merupakan makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Menyihir kedelai tidak harus dilakukan oleh orang tertentu sajaa, setiap orang dapat juga melakukannya asalkan mau mempelajarinya sebagai kerja sampingan untuk biaya kuliah bagi mahasiswa atau keperluan lainnya.

Baca Juga | Cari Oleh Oleh Khas Pontianak, Anda Bisa Kunjungi Pasar PSP


Ketrampilan menyihir kedelai tidak harus dilakukan oleh orang-orang yang sudah ahli dalam menyihir kedelai menjadi tahu, orang yang sebelumnya tidak tahu juga dapat belajar. Selain meningkatkan perekonomian, menyihir kedelai sebenarnya juga dapat mengurangi angka pengangguran. Untuk itu sangat direkomendasikan bagi pemerintah untuk mengadakan pelatihan pembuatan tahu terhadap masyarakat agar masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara menyihir kedelai atau membuat tahu. Sehingga kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Syarifah Sajila Apjan