Tampilkan postingan dengan label kota pontianak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kota pontianak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2021

Sungai Kapuas Punye Cerite

Sungai Kapuas Punye Cerite

 


Sungai Kapuas adalah sungai yang menjadi ikon Provinsi Kalimantan Barat dan juga kota Pontianak. Sungai Kapuas adalah sungai terpanjang di Kalimantan Barat, bahkan di Indonesia dengan panjang 1.143 km yang membetang dari hulu hingga ke hilir. Sungai Kapuas Punye Cerite sendiri menjadi salah satu lirik  lagu yang diciptakan oleh Paul Putra Frederick dengan judul Aek Kapuas. Secara bahasa Sungai Kapuas Punye Cerite berarti Sungai Kapuas Punya Cerita, namun kalimat ini mempunyai makna mendalam yang menggambarkan keindahan Sungai Kapuas dan sekitarnya.

        Sungai Kapuas selalu menjadi destinasi yang wajib untuk dikunjungi, baik oleh masyarakat lokal kota Pontianak dan Kalimantan Barat. Sungai Kapuas menjadi salah satu tempat yang wajib di kunjungi untuk orang-orang dari luar daerah Kalimantan Barat, bahkan luar negeri. Karena letaknya yang strategis dan melintasi kota Pontianak, Sungai Kapuas sangat mudah untuk diakses. Dengan mengunjungi ikon suatau daerah yang kita kunjungi maka kita akan mendapatkan pengalaman yang berharga.

       Nongkrong di tepian Sungai Kapuas sangat asik dilakukan di sore hari sambil melihat keindahan langit Khatulistiwa saat Matahari mulai terbenam. Apalagi saat ini Pemerintah kota Pontianak juga sedang membangun destinasi wisata di Sungai Kapuas, dengan menata pinggiran Sungai Kapuas menjadi semakin rapi dan bagus. Pemerintah kota Pontianak juga sudah membangun Waterfront atau Taman Kota di tepian Sungai Kapuas, sehingga tempat ini biasa digunakan sebagai wahana berkumpul bersama keluarga, kerabat dan sahabat sambil menikmati keindahan Sungai Kapuas.



Bagi pengunjung yang tertarik untuk menyusuri Sungai Kapuas dengan karifan lokal, pengunjung bisa menyewa Sampan atau Perahu kecil dengan biaya Rp 10.000/orang dengan minimal lima orang. Harga tersebut cukup murah untuk harga yang harus dibayar dengan imbalan yang diperoleh berupa pengalaman menyusuri Sungai Kapuas dengan alat tranpotasi tradisional Pontianak dan Kalimantan Barat. Jika ingin suasana menyusuri Sungai  Kapuas yang lebih ramai, pengunjung bisa naik Perahu wisata yang bersandar di alun-alun Kapuas. Selain itu terdapat juga wisata air yang disediakan oleh masyarakat setempat yaitu dengan menyewakan Kano atau perahu kecil semacam Selanjar lengkap dengan dayung plastik. Bagi pengunjung yang tidak mahir berenang juga disediakan pelampung sebagai keamanan.

     Sungai Kapuas juga menyediakan background yang indah bagi pengunjung yang ingin mengabadikan moment bersama keluarga, kerabat dan sahabat dengan berfoto bersama di tepian Sungai Kapuas. Pengunjung juga bisa menyaksikan tradisi dan kearifan  lokal masyarakat tepian Sugai Kapuas dalam melakukan aktifitasnya, seperti lalu-lalang Sampan masyarakat setempat di Sungai Kapuas, bahkan pengunjung juga bisa menyaksikan atraksi anak-anak bermain di Sungai Kapuas dengan berenang dan melakukan loncatan indah ala anak-anak tepian Kapuas.


       Dengan sarana dan prasarana yang tersedia sebagai penunjang wisata di teipan Kapuas menjadikan keunikan tersendiri. Hal ini bisa dilihat bahwa tepian Sungai Kapuas selalu ramai di datangi pengunjung di sore hari. Pengunjung dapat merasakan pengalaman baru di Sungai Kapuas dengan menyusuri Sungai Kapuas menggunakan Sampan bersama keluarga, kerabat, dan sahabat untuk mengunjungi Masjid Jami dan Kesultanan Khadriah sebagai monument sejarah Kesultanan di Pontianak. Pengunjung juga bisa mengunjungi monument Tugu Khatuliswa dengan menggunakan Sampan atau hanya sekedar menyusuri Sungai Kapuas.

       Bagi pengunjung yang takut dengan kedalaman dan air, pengunjung bisa menikmati fasilitas wisata yang tersedia lainnya. Seperti hanya sekedar menyusuri tepian Sugai Kapuas dengan berjalan-jalan santai atau dengan menyewa sepeda yang disediakan oleh penyewa di sekitar sungai Kapuas. Dengan menyewa sepeda pengunjung bisa menikmati suasana sore hari dengan bersepeda menyusuri tepian Sungai Kapuas. Selain bermanfaat bagi tubuh dengan melakukan olahraga ringan juga bermanfaat bagi rohani dengan energi baru yang bisa di peroleh dari rasa senang karena berada di tepian Sungai Kapuas.






Penulis         : Zakaria Effendi
Terbit            : 26 Februari 2021


Rabu, 05 September 2018

Ikan Salai Khas Borneo: Dari Proses Hingga Kirim Keluar Negeri

Ikan Salai Khas Borneo: Dari Proses Hingga Kirim Keluar Negeri


Salai Ikan atau Ikan Salai merupakan sebuah produk olahan ikan yang sangat dikenal di Pulau Borneo. Salai biasanya berasal dari ikan yang  dimasak dengan asap menggunakan bidang tembaga seperti kawat yang diletakkan di atas kayu yang sudah disusun dengan rapi. Pesiapan bahan pemasak asap (pengasap) tersebut dibuat seperti halnya meja yang diberi kayu dengan ukuran jarang dan kemudian diletakkan dengan bidang kawat.

Kayu bakar kemudian diletakkan bersusun di bawahnya dan dibakar untuk menghasilkan api yang cukup dan asap sesuai takaranya. Proses memasak salai (menyalai) tidak sulit dan memakan waktu yang tidak begitu lama karena sebenarnya inti dari proses menyalai adalah mengharapkan asap yang cukup tersebut untuk memasakkan ikan agar menjadi kering. Seorang ahli penyalai, Ibu Juleha, yang ditemui Bibi Suprianto di Nanga Suhaid di wilayah Kapuas Hulu di Pulau Borneo, menyatakan bahwa proses menyalai biasanya memakan waktu satu hari satu hari baru untuk mendapatkan ikan menjadi kering sempurna. Misalnya dari pagi hari hari dijemur, setelah itu itu baru di letakkan diatas parak salai (bidang pemasak salai). Proses penjemurannya sekitar 1 jam.

Menyalai  harus dilakukan di atas permukaan tanah yang jauh dari perumahan, agar asapnya tidak mengganggu karena rumah dapat terkena api salai tersebut. Api tersebut tidak diperbolehkan besar, jika api tersebut membesar maka ditambahkan dan dirapatkan dengan kayu bakar agar tidak terlalu membesar. Jadi, menyalai membutuhkan pengasapan dan panas matahari untuk hasil yang maksimal. Salai ikan yang sudah siap tersebut biasanya dijual di pasaran kepada pengumpul salai, kata ibu Juleha. Harga salai biasanya per satu kilo sekitar 45 ribu rupiah. Salai tersebut harus benar-benar matang dan kering sebelum dijualkan kepada pengumpul.

Salai yang baik akan diminati oleh banyak orang. Jenis ikan salai mengikuti jenis ikan yang tersedia. Berbagai macam jenis ikan disalai oleh penduduk di Desa Suhaid, seperti ikan Toman, Baung dan ikan Seluang yang sekarang harganya masih melonjak di sekitar Sungai Kapuas Nanga Suhaid. Namun salai yang paling terkenal adalah Salai Lais. Nah, ikan Salai lais itu merupakan Salai kesukaan pak Dr Zaenuddin Hudi Prasojo yang memang hobi blusukan di pedalaman Borneo. Selain Salainya yang terkenal dikapuas hulu ada juga yang menarik dan tak kalah nilai ekonominya yaitu Budidaya Ikan Arwana atau Ikan Silok

Salai ikan memang terasa gurih (dan angat enak) bila dimasak dicampur dengan sayuran dan sebagai lauk. Apalagi bila salai ikan dimasak dicambur dengan sambal. Dalam harga yang murah standar peminat kuliner salai ikan sebagai pembeli semakin bertambah. Kini salai ikan merupakan produk olahan ikan yang menjadi ciri khas masyarakat pedalaman Pulau Borneo, khususnya yang di bantaran sungai Kapuas seperti wilayah Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu. Tetapi, setiap musim panen ikan, persediaan salai di kapuas hulu semakin melonjak di pasaran.

Terkadang di musim kemarau ikan-ikan mudah didapat oleh nelayan. Bahkan nelayan yang membawa ikan terkadang sampai memenuhi satu perahu sehingga kualahan menjualnya dan akhirnya mereka akan menyalai ikan tersebut. Tidak diketahui secara pasti bagaimana para orangtua di zaman dahulu belajar bagaimana caranya menyalai. Mungkin pada zaman dulu secara alamiah mereka mendapat anugrah dari Yang Kuasa di saat tempat masakan yang terlalu minim mereka terpaksa memasak menggunakan kayu dan api yang ada di hutan sehingga terilhami dengan cara menyalai.

Ternyata salai ikan tidak hanya di jual di pasaran lokal saja. Salai juga dikirim ke luar negeri, seperti ke Malaysia, Brunei dan Singapura. Banyak sekali peminat yang ada di luar sana, bahkan jika dikirm ke luar negeri maka nilai untungnya semakin besar karena tukar uang yang begitu memadai. Begitu pula dengan proses pengirimannya, harus melalui prosedur yang berlaku. Untuk ke luar negeri pengiriman tidak boleh sembarangan namun harus dengan surat izin yang sesuai.

Salai ikan merupakan produk inovasi baru dalam citra rasa pembuatan masakan tradisional. Sama halnya dengan dipanggang, tapi ikan salai lebih lokal profesional dalam pembuatannya. Penyalai yang handal akan dapat mengatur api dan asap menyelar standar dan membuat ikan salai sempurna sehingga dapat langsung dinikmati dengan rasa gurih karena tidak sampai gosong ataupun hangus saat dimasak.

Pemasakan tersebut biasanya dipantau walau kadang ditinggalkan untuk beberapa jam dan dtutup dengan kajang ataupun terpal anyanan. Jika dibandingkan antara ikan salai dan ikan panggang, sungguh ikan salai sangatlah lebih enak dan higienis. Salai dimasak dengan hati-hati dalam secara tradisional dan bahkan pembuatannya tersebut sangat teliti dalam prosesnya. Kita mengetahui bahwa ikan adalah makanan yang sangat enak dan mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi. Dengan dimasak salai yang sempurna kita akan mendapatkan hasil salai yang baik bergizi tinggi yang berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh.

Penulis: Bibi suprianto

Rabu, 30 Mei 2018

Kota Pontianak Di Moment Ramadhan

Kota Pontianak Di Moment Ramadhan

Ramadan adalah bulan yang selalu di tunggu-tunggu kehadirannya oleh seluruh umat Muslim di dunia. Bulan Ramadan merupakan bulan dimana seluruh pahala di lipat gandakan sehingga membuat seluruh umat Muslim berbondong-bondong untuk memperbanyak ibadah dari bulan-bulan yang lain. Khususnya di Indonesia yang merupakan penduduk Muslim terbesar di dunia, Ramadan selalu menghadirkan cerita dan kemeriahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan cara yang berbeda-beda.



Penduduk Indonesia yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tentu mempunyai perbedaan-perbedaan tergantung budaya yang mereka lakukan di daerahnya masing-masing. Khususnya di Pontianak yang merupakan daerah asal suku Melayu yang beragama Islam membuat Pontianak mayoritas penduduknya beragama Islam.

Di Pontianak bulan Ramadan selalu menjadi moment yang hadir setiap tahun, dimana kemeriahan bulan Ramadan terjadi dan di lakukan setiap Hari. Hal ini di karenakan bagi penduduk kota Pontianak bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan berkan sehingga setiap kali bulan Ramadan Datang orang-orang akan mempunyai kesibukan Baru yang mereka senangi seperti menghidupkan waktu menjelang berbuka dengan membudayakan acara ngabuburit sambil berburu makanan untuk berbuka puasa.
   
Ngabuburit di pontianak hadir dengan cara yang sedikit berbeda, dimana setiap kali bulan Ramadan tiba banyak sekali akan di jumpai kedai-kedai penjual ta’jil baik yang di sediakan tempatnya oleh pemerintah kota pontianak ataupun dengan membuka lapak secara kaki lima yang di lakukan oleh penduduk kota Pontianak. Tentu hal ini sebagai Berkah bagi masyarakat kota Pontianak karena dengan kebiasaan berbelanja ta’jil yang di lakukan oleh mayoritas masyarakat Pontianak juga telah membuka kesempatan usaha Baru bagi pedagang-pedagang yang hendak menjajakkan beragam makanan ringan ataupun makan berat khas kalimantan barat.



Akan sangat mudah menemui kedai-kedai penjual ta’jil karena memang di setiap pinggiran jalan kota pontianak selalu ada pedagang-pedagang yang berjualan. Meskipun di kota-kota lain di Indonesia juga terdapat hal dan kebiasaan yang sama, tapi di Pontianak terlihat sedikit berbeda karena kebiasaan ini tidak pernah hilang setiap tahun. Kemeriahan ngabuburit di kota pontianak juga di lengkapi dengan adanya budaya menyalakan Miriam karbit di tepian Sungai Kapuas yang Suaranya dapat terdengar hingga radius dua kilometer. Budaya yang berlangsung sejak zaman nenek moyang ini tidak pernah hilang di gerus kemajuan zaman, masyarakat Pontianak justeru gemar menghidupkan budaya sekaligus meneriahkan bulan Ramadan di pontianak dengan cara-cara yang sederhana. Begitulah Kota Pontianak Di Moment Ramadhan jika anda berkunjung ke kota Pontianak dan ingin mencari oleh-oleh anda bisa membaca ini Cari Oleh Oleh Khas Pontianak, Anda Bisa Kunjungi Pasar PSP.

Penulis: Zakaria Efendi

Kamis, 17 Mei 2018

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2018 wilayah Pontianak

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2018 wilayah Pontianak

Borneo Live - Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2018 Wilayah Pontianak. Berikut adalah jadwal imsyakiyah ramadhan tahun 2018/1439 H yang bersumber dari Bimas Islam Kemenag untuk wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya.


Sedangkan untuk jadwal wilayah lainnya anda dapat mengakses laman Bimas Islam Kemenag kemudian pilih sesuai lokasi anda atau ikuti instruksi gambar berikut:


Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Baca Juga |

Tentang Masjid Mujahidin Pontianak


Minggu, 13 Mei 2018

Tentang Masjid Mujahidin Pontianak

Tentang Masjid Mujahidin Pontianak

Masjid Mujahiddin lebih di  kenal dengan sebutan Masjid Raya Mujahiddin yang menunjukkan bahwa masjid tersebut sebagai Masjid terbesar di Kalimantan barat. Masjid Raya Mujahiddin terletak di pusat Kota Pontianak, bentuk bangunan yang luas dan megah menjadikan masjid ini sebagai icon umat muslim Kalimantan barat, khususnya kota Pontianak. Masjid Raya Mujahiddin berdiri sejak tahun 1978 dan sudah mengalami beeberapa kali renovasi, setelah mengalami beberapa tahapan-tahapan renovasi akhirnya masjid ini selesai pada tahun 2015.



Masjid Raya Mujahiddin terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani, kel. Akcaya, kec. Pontianak selatan, Akcaya, Kota Pontianak, Kalimantan barat. Menara masjid yang menjulang tinggi membuat Masjid ini bisa di lihat dari jarak sekitar dua kilometer. Mujahiddin merupakan nama yang di nobatkan untuk Masjid dan juga yayasan yang mengelolah Masjid terbesar ini. Mujahiddin juga sebagai Nama sekolah yang terdapat di sekitar komplek Masjid Raya Mujahiddin.

Bangunan Masjid Raya Mujahiddin terdiri dari dua lantai, lantai pertama di gunakan untuk ruang serba guna yang bisa disewakan untuk acara-acara keluarga. Lantai utama terletak di lantai dua yang di fungsikan untuk sholat berjamaah setiap hari dan juga pusat dakwah di kota Pontianak. Bangunan yang megah di tujang dengan lima menara yang menjulang tinggi sehingga membuat Masjid Raya Mujahiddin terlihat sangat indah. Bangunan yang megah  menjadikan Masjid Raya Mujahiddin sebagai objek fotografi dan videografi di kota Pontianak serta menjadi objek rekreasi Islami di pusat Kota Pontianak.

Baca Juga |


Bangunan Masjid Raya Mujahiddin memiliki diameter yang cukup besar dan luas, nama Mujahiddin merupakan nama yang di usulkan oleh Achmad Mawardi Djafar sebagai dedikasi kepada para pejuang kemerdekaan Indonesia dari Kalimantan barat. Selain bangunan masjid yang megah, Masjid Raya Mujahiddin juga mempunyai halaman parkir yang cukup luas. Masjid Raya Mujahiddin di kelola oleh yayasan Mujahiddin yang bertugas untuk mengelola dan membuat program-program keagamaan di Masjid Raya Mujahiddin.



Masjid Raya Mujahiddin tidak pernah sepi jamaah, hal ini di karenakan masyarakat Pontianak dan juga Kalimantan barat sadar akan pentingnya memakmurkan Masjid. Yayasan Mujahidddin juga memiliki program rutin untuk menyediakan Buka puasa Sunnah gratis setiap hari senin dan kamis. Selain itu, di masjid Raya Mujahiddin juga sering di adakan kajian rutin dan sesekali mengundang Da’I kondang di Indonesia sehingga jamaah yang datang mampu memenuhi ruangan Masjid Raya Mujahiddin. Ketika Bulan Ramadhan tiba maka masjid Raya Mujahiddin akan menjelma menjadi pusat kegiatan masyarakat kota Pontianak, karena biasanya di halaman Masjid Raya Mujahiddin didirikan bilik-bilik untuk berjualan makanan buka puasa.

Penulis: Zakaria Efendi

Selasa, 23 Januari 2018

Warung Kopi Pontianak: Nongkrong Generasi Zaman Now

Warung Kopi Pontianak: Nongkrong Generasi Zaman Now



Warung Kopi Pontianak - Kopi adalah salah satu tumbuhan yang hidup subur di Indonesia, pemanfaatan dari tumbuhan ini adalah dengan mengolah buahnya yang diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan bubuk untuk dijadikan minuman yang lezat. Beragam minuman olahan dari bahan dasar kopi dapat di hasilkan, baik olahan pabrik dengan beraneka rasa dan juga olahan tangan yang tidak kalah lezatnya. Minuman dari bahan dasar kopi biasanya menyediakan berenaka macam rasa seperti halnya kopi susu, kopi cappuccino, white kopi, kopi hitam, dan sebagainya.

Bagi warga yang berdomisili di kota Pontianak baik pendatang dan juga warga asli Pontianak mempunyai kebiasaan yang unik yaitu dengan menghabiskan waktu bersama atau hanya sekedar berkumpul dengan teman-temannya di warung kopi. Hal ini ditunjang dengan semakin menjamurnya usaha-usaha warung kopi di kota Pontianak. Beragam inovasi di sediakan oleh pemilik usaha warung kopi seperti halnya membuat dekorasi yang indah dengan arsitektur yang unik, dan juga dengan menambah fasilitas free wifi. Sehingga hal tersebut menarik para pengunjung yang biasanya di dominasi oleh anak-anak muda untuk datang ke warung kopi tersebut.

Warung kopi di kota Pontianak lebih ngetren di sebut dengan sebutan café, karena identik dengan kehidupan di malam hari, dan ketika bertepatan dengan hari libur khususnya malam minggu, café-café di kota Pontianak akan menjumpai puncak keramaiannya. Café-café ini biasa di datangi oleh semua kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah hingga orang dewasa, namun biasanya lebih di dominasi oleh mahasiswa-mahasiswa baik yang berasal dari kota Pontianak dan juga pendatang dari luar kota Pontianak.

Anda juga bisa Cari Oleh Oleh Khas Pontianak yang terdapat di pasar PSP dan tempat lainnya. Di kota Pontianak sendiri keberadaan warung kopi sudah menjadi icon, karena kebiasaan masyarakatnya untuk ngopi dan berkumpul di warung-warung kopi di kota Pontianak. Jika kita sedang berada di kota Pontianak, atau kebetulan melewati kota Pontianak di malam hari maka akan di suguhkan dengan pemandangan keramaian orang yang sedang berkumpul di café-café yang ada di pinggir jalan. Hal ini adalah kegiatan yang lumrah yang di lakukan oleh warga kota Pontianak.

Dari letaknya sebagai ibu kota Kalimantan barat dan terdapat kampus-kampus yang menunjang mahasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah, maka Pontianak menjadi salah satu tujuan bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan barat untuk melanjutkan kuliahnya disalah satu universitas yang ada di kota pontianak. Sehingga hal ini menarik pengusaha warung kopi untuk mendirikan usahanya sebagai penunjang hiburan bagi mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari Pontianak dan juga dari luar kota Pontianak.

Baca Juga |

Kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Pontianak ini tidak dapat di katakan sebagai bentuk dari budaya atau kebudayaan. Karena kebiasaan tersebut tidak memiliki unsur-unsur dan ciri-ciri yang mendukung untuk di katakan sebagai budaya. Sebuah kebiasaan nongkrong di warung kopi oleh masyarakat Pontianak ini memang unik, meskipun sebenarnya di kota-kota lain di indonesia juga ada yang melakukan kegiatan seperti ini.

Akan tetapi kebiasaan nongkrong di warung kopi di kota Pontianak lebih di kenal secara menyeluruh, dan juga kebiasaan ini telah bisa menunjukkan ciri tersendiri bagi kota Pontianak. Karena dengan kebiasan ini telah sanggup menghidupkan dan menunjukkan kemajuan kota Pontianak, karena sebuah kota yang maju identik dengan keramaian masyarakatnya, dan juga dengan kebiasaan ini telah sanggup membuka lapangan usaha baru bagi para pengusaha warung kopi.
Demikian tulisan ini semoga bermanfaat.

Penulis: Zakaria Efendi