Tampilkan postingan dengan label sambas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sambas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2021

THE BEAUFULNESS OF LESTARI BEACH IN TANAH HITAM VILLAGE, PALOH DISTRICT, SAMBAS REGENCY

THE BEAUFULNESS OF LESTARI BEACH IN TANAH HITAM VILLAGE, PALOH DISTRICT, SAMBAS REGENCY

 


Each area has its own uniqueness and natural beauty, including in Tanah Hitam Village, Paloh District, Sambas Regency. This place is an area that does not only exist in the popularity of the people of Sambas Regency but also people outside Sambas Regency. Tanah Hitam is a village located in the East Paloh Sub-district, directly adjacent to the Sajingan Besar District and East Malaysia. In this place, Malay is the most famous culture, which is also related to many tourist destinations that are able to attract tourists every day.

Lestari Beach is one of the tourist objects that quite famous and still exists from the past until now. Apart from its quite beautiful natural scenery, the location of the beach is also very strategic and easy to access, so that many people inside and outside the Sambas district tend to be interested in visiting this natural beach tourism destination. In addition, Lestari Beach has the beauty of its clean beach sand. Not everyone is able to come to the beach area because it is closely guarded by local residents. The entrance fee is affordable, which is 5000 rupiah for a motorcycle and 10,000 rupiahs for a car. This price is valid until now. Maybe, there will be an increase in prices due to the conditions of the Covid-19 pandemic.

Apart from the tourist objects, every Sunday, there is a silat (martial-art) training held by the Benteng Mukmin academy. I have seen how fighters train together on the beach. They practice every morning. What a beautiful sight when I saw their compactness. The wind and waves highlighting the shoreline made me want to join them in training. In essence, there are no words of regret when you visit Lestari beach.

Author          Ebby Abadi ( Member of the English Community Hukum Ekonomi Syariah IAIN Pontianak "The King of HES")

Photo by     Facebook, Rafi Syahputra, 2020

Publish         : February, 26th 2021

Minggu, 18 Oktober 2020

Bubur pedas merupakan Makanan Khas Daerah Sambas Kalimantan Barat.

Bubur pedas merupakan Makanan Khas Daerah Sambas Kalimantan Barat.

 

Bubur Pedas - Bubur pedas merupakan makanan khas daerah Sambas Kalimantan Barat. Makanan ini sangat diminati oleh banyak orang. Ke istimewaannya yaitu terletak pada rasa dan bahannya yang mengunggah selera. Bubur pedas kini banyak dijual diberbagai daerah contoh saja, Pontianak dan Kapuas Hulu dengan harga berkisar  10 sampai 12 ribu rupiah permangkok. Tentu harga tesebut adalah harga terjangkau bagi masyarakat. Apalagi jika masyarakat bisa membuat bubur pedas sendiri tanpa membeli ke warung mungkin harga dan takaran bubur pedas akan berbeda. Untuk itu sebelum membuat bubur pedas, langkah-langkah ini akan mempermudah masyarakat untuk membuat bubur pedas sendiri. Bahan-bahan dasar dan pembuatannya sebagai berikut:

Pertama, bumbu arok dicampur dengan kelapa yang sudah diparut kemudian di Sangrai (oseng) tanpa minyak bersamaan dengan ketumbar, darmanis dan beras. Dengan catatan langkah pertama jangan sampai hangus atau gosong.

Kedua, bahan tersebut diblender sampai halus sehingga bisa dicampuri dengan bahan seperti pakis, daun kunyit, daun kasum, daun singkel (daun buas-buas), baput, bamer dan lengkuas.

Adapun bahan-bahan sunnahnya yaitu berupa ubi jalar/ ubi kayu yang telah diiris dan halus, kemudian jagung, wartel serta kulat ataupun jamur yang menjadi selera dalam pembuatan bubur pedas.



Dengan banyaknya daerah yang bisa membuat bubur pedas akan menjadikan makanan tersebut semakin terkenal. Makanan ini merupakan makanan yang sangat mudah dibuat asalkan bahan serta langkah-langkah pembuatan telah tepat disiapkan. Resep awal akan membantu proses pembuatan yang mungkin bisa menjadi persiapan bahan-bahan utama.

Penambahan berbagai rasa seperti kecap, cuka atau jeruk nipis dan bumbu lainnya akan menambahkan selera makan pada diri kita. Sehingga tidak cukup bagi kita memakan bubur pedas hanya satu mangkok saja.

Jika kita ingin mencari bubur pedas maka berkunjunglah didaerah Sambas Kalimantan Barat atau daerah sekitarnya seperti Pontianak dan Kapuas Hulu. Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman serta keinginan untuk berbagi informasi tentang makanan di Kepulauan Borneo khusunya Kalimantan Barat.

 

 

Penulis             : Hetty Rianti & Bibi Suprianto

Sumber Poto   : Hetty Rianti


Jumat, 05 Oktober 2018

Wisata Aruk Sambas, Batas Negara Termegah Di Ujung Borneo

Wisata Aruk Sambas, Batas Negara Termegah Di Ujung Borneo




Wisata Aruk Sambas, Batas Negara Termegah Di Ujung Borneo - Aruk merupakan nama sebuah daerah yang terletak di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Letaknya yang berada di batas negara antara Indonesia dan Malaysia menjadikan Aruk menjadi terkenal, baik oleh masyarakat lokal di sekitar Sambas dan Kalimantan Barat maupun dunia luar negeri sejak resmi menjadi  PLB (Pos Lintas Batas) yang diresmikan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Wilayah perbatasan (Border Area) di Aruk adalah lebih muda dari border area yang ada di Entikong. Aruk  memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan karena Aruk memiliki pesona alam yang menakjubkan. Seringkali yang datang ke Aruk bukan sekedar para turis atau masyarakat yang ingin pergi keluar negeri namun juga wisatwan yang hanya sekedar ingin berwisata melihat-lihat keunikan dan keindahan daerah Aruk, khususnya wisatawan-wisatawan yang berada di luar maupun di dalam kabupaten Sambas. Wajar saja jika para turis atau wisatawan yang pernah berkunjung ke Aruk mengatakan bahwa Aruk itu indah dan mempesona.

Rahasia di balik keindahan Aruk salah satunya adalah karena letaknya yang berada di antara perbukitan, hutan lebat, pohon-pohon di tepian bukit, kebun-kebun sawit dan cengkeh yang turut serta menghiasi pesona keindahanya. Apalagi jika cuaca bagus, arakan awan dan jalan yang berliku-liku sangat memanjakan mata. Fenomena ini membuat para pengunjung benar-benar terhipnotis oleh keindahan alam yang telah diciptakan oleh Sang Pencipta. Pemandangan alam yang mempesona itulah yang diincar oleh para turis dan wisatawan. Bukan hanya itu, Aruk juga memiliki tempat wisata yang sangat bagus dan sesuai untuk mandi karena kesegaran airnya. Namanya adalah Air Terjun Riam Merasap.

Baca Juga |


Jika berkunjung ke Aruk anda jangan lupa mampir ke lokasi wisata air terjun Riam Merasap. Untuk sampai ke Riam Merasap kalian tidak perlu membutuhkan waktu yang berjam-jam karena lokasinya yang lumayan dekat dengan PLB (Pos Lintas Batas) di border area Indonesia dan malaysia, yaitu Aruk. Kalian cukup membayar Rp.5000 untuk masuk ke lokasi wisata air terjun Riam Merasap.
Tempat cop pasport yang berada di Aruk seringkali dijadikan sebagai tempat foto-foto oleh para wisatawan. Mengabadikan kenangan dengan cara berfoto merupakan salah satu perilaku yang tidak lagi awam bahkan mentradisi sejak dikenalnya kamera dalam telepon genggam.

Patung-patung garuda, desain bangunan yang unik serta bunga-bunga di sisi PLB  membuat para wisatawan selalu mengabadikan kenangan di tempat tersebut. Sebenarnya, selain foto, pengalaman juga dapat diabadikan lewat tulisan. Seperti yang dilakukan oleh penulis. Karena tulisan lebih tahan lama dan menjadi daya tarik yang kuat. Setelah ditulis, pengalaam juga kemudian perlu diekspose. Maka yang menikmati perjalanan kita bukan hanya kita semata tetapi juga orang lain yang sempat membaca tulisan tentang pengalaman kita. Meng-eksplore merupakan salah satu wujud mempromosikan suatu tempat yang memang harus diketahui oleh masyarakat luas. Daerah Aruk memang baru, sampai sekarang pembangunan dan perbaikan jalan masih berlangsung, khususnya di area sekitar perbatasan.

Selain di Aruk, PLB legal yang ada di Kalimantan Barat juga terdapat di Entikong kabupaten sanggau, Badau dan beberapa tempat lainnya. Namun banyak pula perbatasan yang ilegal yang mana menjadi ajang kesempatan bagi para pelaku kejahatan. Seperti pencurian, jual-beli barang terlarang dan lainnya. Namun beberapa perbatasan ilegal dijaga ketat oleh tentara, walaupun ada juga yang tidak dijaga secara ketat. Hal ini yang harus selalu diperhatikan oleh para penjaga dan keamanan negara. Selain itu, adapula masyarakat lokal yang jual beli barang halal namun sering kali tidak diperbolehkan seperti gula dan beberapa barang lainnya. Namun di Aruk, aktifitas lintas batas menjadi resmi legal setelah Aruk menjadi PLB yang merupakan border area sekaligus tempat wisata. Anda penasaran, silahkan buktikan.

Penulis: Syarifah Sajila Apjan

Sabtu, 15 September 2018

Tahu Semparuk Khas Sambas

Tahu Semparuk Khas Sambas


Pak Gito namanya, ia merupakan pendiri pabrik pembuatan tahu secara tradisional yang setiah harinya bekerja menyihir kedelai menjadi Tahu Semparuk di rumahnya sendiri di Semparuk sebuah kota kecil di Borneo Barat. Semparuk merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Pak Gito dalam keseharianya membuat kedelai dibantu oleh istri dan satu karyawannya. Usaha pembuatan tahu telah dilakukan oleh Pak Gito dan keluarganya sejak 13 tahun yang lalu (saat ini tahun 2018), dari mulai anaknya yang duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Pembuatan tahu yang dirikan sekian lamanya itu tidak lain tidak bukan hanya untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Penghasilan yang didapatkan juga tidak stabil, tergantung pada pemesanan Tahu Semparuk oleh konsumen. Tahu Semparuk ini mungkin dapat menjadi merek saingan yang sudah terkenal di Kalimantan Barat, yaitu Tahu Singkawang.

Untuk membuat kedelai menjadi Tahu Semparuk, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahap pertama, kacang kedelai direndam dengan air. Kemudian tahap kedua, kacang kedelai ditambah air digiling dengan mesin. Hasil gilingannya berbentuk seperti tepung bubur. Tahap ketiga, pemerasan/filtrasi. Jadi, hasil gilingan tadi diperas untuk diambil airnya saja, jadilah ia air kedelai/air tahu. Setelah itu tahap keempat, pemasakan. Air tahu direbus sampai mendidih, setelah ia mendidih diambil dan dimasukkan ke dalam tempat untuk diberi tepung khusus untuk menjadikan ia tahu. Disebut tepung khusus karena berbentuk seperti tepung. Selain tepung khusus yang bisa digunakan sebagai penggantinya adalah cuka atau dengan  garam.

Baca Juga | 


Tahap selanjutnya tahapan kelima, yaitu percetakan. Setelah diberi tepung khusus, air tahu dibiarkan beberapa saat sampai air tahu membentuk seperti gumpalan yang menyatu, kemudian diambil dan dimasukkan ke dalam tempat yang berbentuk persegi empat, berlubang-lubang kecil yang di dalamnya terdapat kain putih untuk membungkus tahu yang telah berbentuk gumpalan. Kemudian diikat di dalam tempat yang berbentuk persegi empat tadi. Setelah itu tahu dibiarkan beberapa menit sampai airnya habis di filtrasi dan tunggu sampai ia menyatu keseluruhan menjadi tahu. Setelah jadi, tahu tersebut dipotong-potong. Untuk proses makannya boleh direbus, boleh juga digoreng.

Seperti itulah pak Gito bersama istri dan karyawannya, Kak Narsih, menyihir kedelai menjadi tahu. Ketrampilan menyihir kedelai menjadi tahu, merupakan pelajaran yang besar bagi kita semua. Sebab, kegiatan tersebut dapat meningkatkan perekonomian kehidupan sehari-hari, selain itu tahu juga merupakan makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Menyihir kedelai tidak harus dilakukan oleh orang tertentu sajaa, setiap orang dapat juga melakukannya asalkan mau mempelajarinya sebagai kerja sampingan untuk biaya kuliah bagi mahasiswa atau keperluan lainnya.

Baca Juga | Cari Oleh Oleh Khas Pontianak, Anda Bisa Kunjungi Pasar PSP


Ketrampilan menyihir kedelai tidak harus dilakukan oleh orang-orang yang sudah ahli dalam menyihir kedelai menjadi tahu, orang yang sebelumnya tidak tahu juga dapat belajar. Selain meningkatkan perekonomian, menyihir kedelai sebenarnya juga dapat mengurangi angka pengangguran. Untuk itu sangat direkomendasikan bagi pemerintah untuk mengadakan pelatihan pembuatan tahu terhadap masyarakat agar masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara menyihir kedelai atau membuat tahu. Sehingga kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Syarifah Sajila Apjan

Air terjun Riam Merasap: Wisata Ujung Barat Borneo

Air terjun Riam Merasap: Wisata Ujung Barat Borneo


Terbungkus oleh ribuan pohon dalam hutan-hutan yang hijau nan segar terletak sebuah destinasi wisata yang sangat menakjubkan, Riam Merasap. Mungkin nama Riam Merasap masih asing bagi orang asing. Terutama anda yang belum pernah pergi mengunjugi Riam Merasap. Sebagai sebuah wisata air terjun yang berada di Aruk, Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat, Riam Merasap merupakan satu anugrah sang pencipta alam yang patut dikunjungi dan dinikmati kenindahanya. Banyak wisatawan yang jika pergi ke Aruk namun tidak menjamah air terjun Riam Merasap. Padalah air terjun Riam Merasap terletak tidak jauh dari kawasan pertasan (border area) di Aruk. Memang Riam Merasap belum cukup terkenal jika dipandang dari kaca mata masyarakat umum. Namun orang-orang yang suka travelling ataupun adventure pasti akan bilang yes ketika disebut nama Riam Merasap. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena lokasinya yang jauh dari perkotaan dan berada di perbukitan.

Untuk menghampiri air terjun Riam Merasap, ada beberapa pilihan alat transportasi yang bisa digunakan antara lain seperti sepeda motor dan mobil dari Kota Sambas. Pesawat dan kereta api belum tersedia sampai ke Aruk. Tidak ada lapangan pesawat untuk landing. Tidak ada juga stasiun kereta api di Kalimantan Barat. Juga tidak ada pelabuhan maupun sungai yang luas untuk kapal air di daerah tersebut. Jadi, para wisatawan harus menggunakan sepeda motor atau mobil. Dengan menggunakan sepeda motor, wisatawan akan merasakan kenikmatan alam yang tidak ada habis-habisnya. Jika perjalanan ditempuh dari Sambas, anda akan menikmati jalan yang persis untuk orang balapan motor atau biasa disebut dengan jalan sirkuit. Sangat sesuai untuk yang suka travelling menggunakan sepeda motor.

Baca Juga | Wisata Pulau Lemukutan di Kalimantan Barat: Pesona Alam dan Bahari yg Eksotis


Selain itu pemandangan yang indah akan turut serta memanjakan mata. Apalagi jika anda melewati desa Galing, anda akan berjumpa dengan bukit-bukit yang luas nan indah. Di bukit tersebutlah perjalanan yang susah untuk dilupakan akan dimulai. Jika tidak percaya, coba saja. Bukit-bukit yang hijau, awan-awan yang turut serta menghias, serta jalan bukit yang berliku-liku dan turun naik, di tambah sawit yang tersusun rapi  membuat anda tidak ingin berkedip mata.

Waktu yang di tempuh kurang lebih delapan jam jika anda berangkat dari bandara Pontianak. Sedangkan dari pasar Sambas hanya butuh waktu kurang lebih dua jam untuk menghampiri Wisata Air Terjun Riam Merasap. Jika sudah sampai di pintu lokasi wisata air terjun Riam Merasap, maka para wisatawan atau pengunjung harus membayar Rp.5.000. Setelah itu mobil ataupun motor bisa diparkirkan di kaki bukit. Next, kalian bisa lanjut mendaki bukit. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit anda akan sudah sampai di lokasi air terjun Riam Merasap.

Welcome to Riam Merasap, sangat sesuai di kunjungi bagi masyarakat yang ingin liburan bersama keluarga, teman dan lainnya. Karena pemandangan yang menakjubkan dan memanjakan mata. Batu-batu yang tersusun di tepian air terjun, air gunung yang bersih, jernih dan segar, serta pemandangan yang menakjubkan membuat kamu hanyut menuju kedamaian. Air Terjun Riam Merasap juga menjamin anda tidak akan bertemu dengan yang namanya polusi, suara ketikan keyboard ataupun suara pasar yang begitu riuh. Wisata air terjun Riam Merasap sangat sesuai untuk dilestarikan. Apalagi airnya yang jernih dan bersih bisa digunakan oleh masyarakat setempat untuk minum. Bukan hanya itu, air terjun Riam Merasap bisa dilestarikan dan dibangun sebagai pemanfaatan sumber air minum, juga tenaga listrik. Kekayaan alam yang berlimpah ini harus kita jaga, kita lestarikan dan jangan sampai tangan-tangan kita semua merusaknya.

Baca Juga | Belalek: Satu Warisan Tradisi Masyarakat Sambas

Penulis: Syarifah Sajila Apjan
Belalek: Satu Warisan Tradisi Masyarakat Sambas

Belalek: Satu Warisan Tradisi Masyarakat Sambas


Sambas terkenal dengan rumah bagi Masyarakat Melayu Sambas, di mana masyarakat Melayu pula akrab dengan nuansa nilai-nilai Islam. Identitas Melayu yang dipandang sebagai Islam telah mentradisi dari zaman ke zaman sebelum munculnya generasi milineal, yaitu suatu generasi yang hidup pada zaman NOW, Zaman yang terkenal dengan serba ada, serba praktis serta banyak pula alat-alat canggih yang realistis. Termasuklah ketikan keyboard di jemari penulis ini. Jika anda sedang berkunjung ke Sambas anda harus mencoba Tahu Semparuk Khas Sambas yang tentunya mempunyai kekhasannya tersendiri dibanding dengan tahu lainnya.

Salah satu warisan tradisi masyarakat Melayu Sambas yang sampai kini masih dipraktekkan adalah tradisi Belalek. Dalam tradisi Belalek pastinya ada dua kata yang sangat asing di telinga masyarakat awam yaitu lokout. Lokout adalah singkatan dari lokal dan out yang merupakan penggabungan antara bahasa Indonesia dan bahasa English, yang mempunyai arti keluar lokal. Maksudnya adalah masyarakat di luar lokal. Yang perlu diketahui, bahwa tradisi ini merupakan ciptaan manusia yang telah berlangsung turun-temurun. Belalek sendiri merupakan kata lokal dari Bahasa Sambas yang memiliki makna gantian atau gotong-royong dan pada zaman sekarang tradisi belalek telah memiliki makna yang lebih luas.

Dahulunya, tradisi belalek hanya dikenal oleh masyarakat Sambas sebagai kegiatan tolong-menolong untuk menyelesaikan pekerjaan di sawah. Namun tradisi belalek sekarang telah menyebar di berbagai kegiatan. Tidak hanya terkhusus untuk kegiatan yang dilakukan di sawah saja namun juga untuk beberapa kegiatan lainnya. Pemakian istilah tradisi belalek sekarang ini juga meliputi acara perkawinan dan  kegiatan sosial lainnya.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa pelaksanaan tradisi belalek di sawah sendiri merupakan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan yang berada di sawah.  Di mana jika seseorang memerlukan tenaga jasa dari warga setempat maka sebagai imbalan, orang tersebut juga harus membantu si penolong di sawahnya jika ia meminta. Misalnya si A meminta si B untuk menolongnya mencangkul di sawah. Pekerjaan itu dilakukan tanpa gaji, karena nantinya si A  harus melalukan hal yang sama di sawah si B yaitu gantian mencangkul. Contoh lainnya, misal jika seseorang ingin nandur atau menanam, maka ia mengajak orang-orang yang berada di sekitar rumahnya untuk menolongnya. Nandur pula memiliki arti menanam padi.

Dengan balasan jika orang yang ikut menolong melakukan nandur maka orang yang minta tolong harus membalas di kemudian hari. Tradisi belalek sama sekali tidak membebani, malah membuat suatu pekerjaan cepat selesai dan mengurangi beban. Masyarakat Sambas sangat akrab dengan yang namanya tradisi belalek, sakin akrabnya hingga menjadi kearifan lokal, dan tradisi belalek sangat relevan untuk dilestarikan, dijaga dan dikenal pada kaca mata dunia.

Mengapa demikian? Karna dengan adanya tradisi belalek memicu nilai-nilai yang begitu banyak seperti nilai tolong-menolong dan kebersamaan. Bukan hanya itu tradisi belalek merupakan perekat bangsa. Berlangsungnya tradisi belalek memicu adanya interaksi dan saling ketergantungan. Tradisi belalek juga bisa dijadikan sebagai media pembelajaran lokal yang sangat signifikan dan relevan diterapkan di bangku pendidikan. Otodidak, mungkin itu bahasa yang tepat digunakan untuk media pembelajaran bagi generasi milineal.

Tradisi belalek tidak hanya dijadikan sebagai media pendidikan. Namun bisa menjadi contoh terutama bagi negara yang sering mengalami konflik. Belajar dari tradisi belalek yang dapat menjadi alat perekat bangsa.  Kita mengenal masyarakat sekarang sangat familir bahkan famous dengan yang namanya konflik, pertengkaran dan lainnya. Untuk itu masyarakat perlu menilik, memotret atau mencontoh kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat para pendahulunya seperti di Sambas misalnya secara bersama, terkhusus pada tradisi belalek.

Menilik pada zaman Rasulullah, pelajaran pertama yang diajarkan dan perlu diterapkan adalah Akhlak Mahmudah yaitu Akhlak Terpuji. Tradisi belalek atau gotong-royong ini bisa diterapkan di lingkungan manapun. Baik di lingkungan keluarga, kerja, sekolah maupun lainnya. Mari budayakan kebiasaan yang baik untuk mewujudkan generasi yang baik.

Penulis: Syarifah Sajila Apjan