Tampilkan postingan dengan label kerupuk basah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerupuk basah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2018

Kerupuk Basah alias Temit Makanan Khas Kapuas Hulu

Kerupuk Basah alias Temit Makanan Khas Kapuas Hulu




Kerupuk Basah alias Temit Makanan Khas Kapuas Hulu - Temit atau kerupuk basah merupakan salah satu jenis makanan khas dari wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Kerupuk basah terbuat dari sagu kanji, tepung dan daging ikan air tawar yang digiling atau dihancurkan. Pembuatan kerupuk basah tidaklah susah, makanan yang mirip dengan pentol ataupun bulatan bakso ini sangatlah enak dan disukai oleh warga Kapuas Hulu dan bahkan para tamu yang berkunjung ke wilayah tersebut. Ciri khas makanan ini ialah selalu berpasangan dengan cabe kacang. Di Kabupaten Kapuas Hulu terutama Kecamatan Suhaid, di situ sejumlah warga masyarakat yang membuat kerupuk basah untuk dijual.

Apalagi jika musim ikan tiba kerupuk basah akan ada di mana-mana dijual. Bahkan di Kecamatan Suhaid, setiap waktu dan setiap hari banyak penjual keliling yang menjual kerupuk basah. Ibu Juleha, misalnya, adalah salah satu penjual dan pembuat kerupuk basah yang terkenal di Nanga Suhaid. Beliau membuat kerupuk basah sekaligus menjualnya keliling kampung. Kerupuk basah ibu Juleha sangatlah enak dan terkenal. Penulis juga sangatlah menyukai kerupuk basah buatan ibu Juleha. Setiap hari jika suaminya datang bekerja menangkap ikan, hasil ikan tersebut mereka jadikan kerupuk basah dan mereka pasarkan ke toko atau mereka jual sendiri dengan cara berkeliling kampung.

Kerupuk basah kini menjadi tenar di Kalimantan Barat. Setiap orang lain mendengar kata kerupuk basah pasti di dalam pikiran mereka yaitu bawaan orang kapuas hulu karena hanya orang Kapuas Hulu yang suka membawa kerupuk basah dari daerah ke kota. Salah satunya mahasiswa IAIN Pontianak yaitu Bibi Suprianto, setiap dari kampung ke kota dia selalu membawa kerupuk basah. Terkadang kerupuk basah itu dia bagikan keteman kampus dan teman Ma’had. Ternyata, mahasiswa dari daerah lain yang tinggal di ma’had juga sangatlah suka makan kerupuk basah, apalagi kerupuk basah gratis.

Jika Bibi Suprianto datang dari kampung atapun dapat kiriman, yang ditanyakan pertama adalah temit atau kerupuk basah. “Apakah ada membawa kerupuk basah?” tanya kawan-kawan Bibi. Terkadang juga jika diposting di grup WhatsUp, maka kawan-kawan mahasantri di IAIN Pontianak beramai-ramai membeli dan sekaligus chating dengan penjual. Inilah membuktikan bahwasahnya kerupuk basah sangatlah diminati orang banyak, bukan hanya diplosok kampung saja, tapi di Kota Pontianak juga banyak yang menyukai kerupuk basah.

Di Kapuas Hulu harga kerupuk basah berkisar 10 ribu per lungkung (batang) yang panjangnya sekitar 30cm dan beratnya sekitar 3 ons. Biasanya ibu Juleha membuat 2 Kg ikan yang sudah digiling dan 2 kg sagu sari dan sagu kanji itu menghasilkan 20-30 batang kerupuk basah. Prosesnya yaitu dengan cara memasukkan ikan dan sagu yang telah dijadikan batangan kerupuk basah kedalam air panas yang berwadah besar dan ditunggu matangnya kemudian di angkat kerupuknya.  Kemudian kerupuk basah dimakan bersama sambal kacang. Tidak sembarangan untuk membuat kerupuk basah. Jika dalam takaran sagu dan ikannya tidak pas, maka proses pembuatan kerupuk basah dapat berakibat gagal atau mutu rasanya akan berbeda.

Di antara mutu kerupuk basah yang kurang enak jika di makan, diantaranya adalah jika olahan berisi kebanyakan sagu yang mengakibatkan kerupuknya kurang berasa ikan. Selain itu, jika sagunya yang terlalu sedikit maka akan mengakibatkan bentuk kerupuk basanya dan rasanya yang beda jika dikonsumsi. Maka kebanyakan orang dari kota yang ingin membuat kerupuk basah akan singgah dulu ke Kapuas Hulu agar untuk belajar cara membuat kerupuk basah yang benar. Jika dibandingkan dengan pembuatan pentol, dia tidak jauh beda pembuatannya namun kerupuk basah harus ekstra teliti dalam pembuatannya agar kualitas mutu dan rasanya pas di lidah konsumen.


baca juga |

Saat ini ada beberapa warung yang menjual temit atau kerupuk basah di wilayah Kota Pontianak. Dr Zaenuddin Hudi Prasojo biasanya membeli temit di warung temit Kota Baru di kawasan Pasar Kemuning. Beliau juga sering membeli kerupuk basah yang lansgung didatangkan dari Kapuas Hulu yang dijual di salah satu toko di Jalan Reformasi di Pontianak Tenggara. Jika musim Ramadhan tiba, kerupuh basah juga dapat dibeli di beberapa lokasi penjualan juadah seperti di hal;aman parkir Masjid Raya Mujahidin atau di sekitar Jalan rait Haji Huein 2 di Pontianak. Kerupuk Basah memang enak rasanya.

Penulis: Bibi Suprianto